Melepaskan Penat di Puncak Bukit Jalin

Posted in Travelling
at 2015.03.07

Setelah tersesat kami kembali untuk mencari Rumah Makan, di perjalanan balik aku tak sengaja melihat tanda panah merah bertuliskan bukit jalin, karena penasaran yang besar aku langsung belok ke kanan mengikuti jalan dan berjumpa dengan pengunjung – pengunjung yang lain.

Jantho, Aceh Besar5

Jalan tampak berdebu

Jalan menuju ke bukit jalin di awal simpang beraspal hingga di tengah perjalanan aspal mulai rusak. Kemudian kami bertemu dengan warga sekitar yang menjaga bukit jalin, mereka meminta uang masuk 5000 per sepeda motor.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan dan akhirnya sampai. Awalnya aku sempat bingung sih, aku tak melihat jalan menuju puncak. Ternyata kami harus naik melewati jembatan besi berlantai balok kayu, kemudian kami akhirnya menemukan jalan menuju puncak.

Jantho, Aceh Besar6

Jalan kaki menyebrang jembatan

Jantho, Aceh Besar7

Hati – hati dek, awas jatuh :D

Karena terlalu terjal warga memasang tali untuk mempermudah pengunjung naik dan turun. Sampai di tempat orang foto – foto aku kira kami sudah sampai saat ku lihat di arah kiri ada puncak dan orang – orang yang tampak kecil ternyata ini baru 1/4 perjalanan saja.

Jantho, Aceh Besar8

Ni dia yang aku kira puncaknya bukit jalin -_-

Ternyata masih jauh puncaknya -_-

Ternyata masih jauh puncaknya -_-

Sepatu ku terlepas tapaknya karena itu memang bukan sepatu gunung, ku buka sepatu dan kulanjutkan perjalanan menuju puncak. Di 1/6 perjalanan aku mulai kelelahan dan mulai lemas karena belum makan siang. Aku memilih untuk istirahat dan meminum sedikit air putih. Sebenarnya bukan aku aja sih yang istirahat, bisa di bilang sebagian besar pengunjung beristirahat.

Jantho, Aceh Besar10

Jalan setapak menuju puncak

Jantho, Aceh Besar11

Banyak kan pengunjung yang beristirahat :D

Ku rasa sudah cukup kuat aku lanjutkan lagi pendakian bukit ini. Hingga akhirnya aku sampai di titik tertinggi bukit jalin,, huh,,huh,,huh, jantungku berdetak kencang, nafasku ngosngosan di tambah badan yang lemas aku terduduk di puncak sambil menikmati keindahan alam yang super owasemmm ini.

Jantho, Aceh Besar13

Puncak Bukit Jalin

Capek banget bro -_-

Capek banget bro -_-

Jantho, Aceh Besar14

Kiki menikmati udara sejuk dari bukit jalin

Karena aku rasa badanku sudah cukup kuat kembali aku langsung turun ke bawah. Sekuat tenaga aku berlari untuk turun agar cepat sampai di sungai. Sampai di bawah aku bertemu dengan warga sekitar yang berjualan di pinggir sungai, mereka banyak cerita tentang masa konflik di daerah itu.

Jantho, Aceh Besar15

Seorang warga tengah menyulangkan sesendok nasi untuk anaknya

“Dulu waktu konflik banyak tu tentara yang turun dari bukit itu, ada yang guling – guling dan ada juga sih yang pakai tali.” uangkap pak usman. “itu dari jembatan ada juga tu tentara yang latihan turun dari atas ke bawah pakai tali” sambung pak usman. Sambil makan semangkuk pop mie aku terus mendengarkan cerita mereka.

Setelah makan aku meminta izin untuk pulang kepada pak usman dan warga yang lain. Sebelum pulang aku menyempatkan diri untuk mencuci muka di sungai, rasanya emmmm segar banget bro 😀

Jantho, Aceh Besar16

Seru melihat anak – anak bermain air, rasanya pengen kecil lagi :D

Cuci muka dulu ahh :D

Cuci muka dulu ahh :D

Hari pun sudah makin sore saatnya kami untuk balik ke rumah. Lelah tapi hemmmm terbayar semuanya :)

 

Leave a Reply